Spekulasi. Kata yang dihindari oleh banyak orang. Entah kenapa, bahakan orangtua saya sendiri selalu menasehati : “jangan gampang berspekulasi” atau “jangan menjadi spekulan (orang yang berspekulasi)”
Sebenarnya apa sih spekulasi itu? Menurut pengertian saya sendiri, spekulasi adalah kemampuan seseorang untuk memperkirakan kejadian yang akan terjadi di masa mendatang. Nah, kemampuan seseorang ini berbeda tingkatan menurut wawasannya, keberanian mengambil resiko dan kemampuan analisa.
Jika ingin berspekulasi, pastikan anda memahami resiko yang diambil. Seperti orang yang bermain Forex, Saham atau Valas. Mereka adalah orang yang berspekulasi. Dengan analisa yang ‘tidak mudah’ mereka berani mengambil resiko besar. Kadang kita mendengar ada yang mengalami profit sampai 300% lebih, namun tidak jarang juga kita mendengar ada yang ‘loss’ profit. Atau anda pernah mendengar kisah orang-orang sukses terdahulu? Kebanyakan dari orang-orang sukses adalah mereka yang berani mengambil pilihan berbeda dari teman-teman / lingkungannya. Bisa dibilang mereka berspekulasi atas pilihan yang diambil. Ada yang meninggalkan kuliah, meninggalkan kehidupan nyaman sampai meninggalkan pekerjaannya demi sesuatu yang mereka sebut ‘Impian’ atau ‘mimpi’.
Pertanyaannya : “Perlukah kita berspekulasi?”. Jawabannya ada pada masing-masing personal karena isi otak dan pikiran kita tidak sama kan? ![]()
Untuk anda yang senang berspekulasi : Pastikan anda memahami resiko dan harga yang harus dibayar untuk spekulasi anda. Harga tidak melulu uang, bisa berupa waktu, pekerjaan atau bahkan sesuatu yang lebihd ari itu.
Untuk anda yang tidak ingin berspekulasi : Selamat menikmati hidup anda. Pastikan anda berada pada titik aman yang tidak mengharuskan anda berspekulasi.
Lalu apa hubungannya spekulasi dan entrepreneurship? Sudah jelas bahwa seorang entrepreneur / pengusaha / businessman sangat memerlukan spekulasi yang berdasarkan analisa pasar, analisa resiko dan analisa ROI (Return of Investment) yang menggerakkan mereka untuk terus memasarkan produknya.
Jadi, sudah siapkah anda memasuki zona entrepreneur?